Rabu, 17 Juni 2020

Menyapa Medan dan sekitarnya ❤



Bukan buat jalan2 sih, tapi buat ujian masuk perguruan tinggi, :)
Ketika heboh di persiapannya, mulai dari nyiapin berkas, pesen transport buat kesana, penginapan, dan lain2...

Gimana enggak, berkasku sendiri aja beberapa ada yang kurang, sampai H- sekian penutupan baru lengkap dan Alhamdulillah masih cukup untuk dikirim ke provinsi sumatra itu, :)

~kemarin pendaftaran itu masi pake hard file (jadi ngirim berkas langsung), dan belom pake softfile, adanya ngirim foto istimaroh tasjil yang habis itu dikirim ke wa ustadzah TU disana...
di lanjut transport berangkat, yang udah fix dipesan dan dibayar, tetiba dapat kabar, penerbangan tanggal yang kami pilih dibatalkan, panik? Jelas panik, sampai rusuh gak jelas.

Waktu itu tetiba ada kabar pembatalan dari pihak maskapai, sedang waktu ujian juga udah deket. Cuma bisa istighfar dan doa selama proses pindah jadwal, pasalnya ketika di telfon layanan maskapai juga sibuk. Mungkin banyak juga yang merasakan apa yang kami rasakan. Hingga hampir tengah malam akhirnya Allah beri kami jalan, telfon kami di terima, segera saja kami minta pindah jadwal.

Hingga akhirnya hari ujian tiba, kami sudah disana sejak  dua hari sebelumnya. Ya, Medan taks seperti Jakarta, apalagi Jawa. Panasnya menurutku melebihi Jakarta. Kemacetannya pun hampir menyamai Jakarta. Kami belum menaruh hati pada Medan.

Alhamdulillah, ujian awal kami selesai. Pulangpun dengan hati yang ringan. Hingga esok penentuan, apakah kami akan kembali ke Medan, atau tidak.

Hari terakhir, pengumuman final. Ketika yang lain nonton film, -karena mereka sudah ingin sejak ujian awal selesai- Aku hanya dikasur, menunggu hasil, dengan harap-harap cemas. Siapa yang tak cemas? Aku saat itu sebenarnya sangat bimbang. Belum ikhlas ketika nanti hasilnya adalah lolos, belum ikhlas untuk tinggal di Medan. Tapi, disisi lain sangat berharap, karena bagaimanapun yang terpenting adalah semangatku untuk terus belajar. Maka jika niatnya karenaNya dimanapun seharusnya tak masalah.

Aku tak berani melihat pengumuman, sampai mereka semua bersyukur karena kami dinyatakan lolos. Aku masih diam, bimbang. Hingga pesan-pesan di hpku memenuhi layar. Temanku, kakakku semua mengucapkan Barakallah. Aku ingin menangis, bukan inginku disini. Namun, aku ingat mereka yang menginginkan posisiku. Maka, kuubah dengan paksa, senyumku pun muncul. Alhamdulillah, Terimakasih Ya Allah.

Satu hal lagi, karena salah satu temanku menangis. Mungkin ia tak ingin terlalu jauh dengan keluarga. Kalau tadi aku nangis juga kan ga lucu, hehe... Lebih baik aku menyemangati kawan-kawan lainnya. :))

Bingung ya? Sama, Aku juga. Karena cerita waktu itu terlalu lama jika harus detail. Potongannya ada di wordpress saya. Sekian.

Entah kapan saya akan menulis lagi, fokusnya sedang pecah. hehe....
Salam saya untuk segenap pembaca. 🌷💙

Minggu, 08 Desember 2019

Antara belajar dan ujian, :) 💖

Agak nyesek, tepat ke arah hati...⁣
Bukan perihal cinta, atau apa, ini lebih penting lagi...⁣

Waktu ustadzah lagi menjelaskan materi, yang waktu itu emang sedikit ngebut gk kaya biasanya, mungkin karena bentar lagi ujian akhir, dan materi belum terkejar. Eh, gk ma bahas cepat lambat mengajarnya beliau, soalnya menurut diri pribadi udah pas banget, walau kadang emang cepet, sampe cuma terbengong2 ngeliatnya, wkwk...⁣

Ada seorg teman yg tetiba nanya, ` Ustadzah, ini gk dimasukin ke imtihan kan?´ berkali2, yahh.. ku akui aja sebenernya jg yg nanya begitu gk cuma seorg, pasti banyak, cuma tertahan di tenggorokan, 😅⁣
sampe endingnya ustdzah dengan tawanya menjawab, `kalian belajar gak cuma buat ujiankan? jangan2 belajar cuma kalo ujian aja´. ~bak tersetrum, nyesek nih, ada iyanya, apalagi kalo bener2 futur bgt, padahal sadar.. belajar gk sekadar menoreh nilai.⁣

Auto2, kami muridnya langsung istighfar jamaah dong, nyesel, sampe ustdzh bilang begitu...⁣
___________⁣
perihal nilai, sebenernya itu gk penting2 amat sih, walau kadang beberapa emang terbiasa memandang kecerdasan org dr nilai ujiannya, nilai praktiknya, yg mana itu jelas di ujikan dan tertera pada lembaran kertas, hei... apa nilai sempurna di ijazah itu sesuai dg perilaku kita, apa perilaku kita pantas mendapat nilai yg besar seperti nilai2 yg ada pada ijazah kita, yaa... ujian, belajar, nilai, memang satu paket.. namun, Belajar itu wajib, dan hanya kita niatkan untuk menjalankan kewajiban, setidaknya dgn belajar umat ini menjadi cerdas, dan dapat mendekatkan diri pada Ia yg memberi kecerdasan ini, bukan sekadar untuk hasil nilai di ijazah nanti, :)⁣

sudah lah, lelah...⁣
banyak yg akan kutulis, namun waktu belum mengizinkan, see you on my minded soon. hehe... salah yes inggrisnya, 😅

jakarta, 8 Desember 2019

#pmargaritiffera #Ilmu #Nilai #kisah #Bimbel #Sesal
@amalia_akn
@permatasyurgaa_

Selasa, 19 November 2019

Jakarta yang (akan) kurindu💕💕💕


Jakarta, pusat segala aktivitas di Indonesia, negara yang InsyaAllah akan aku cintai :). Kota yang aku impikan untuk menuntut ilmu disini, menjadi salah satu mahasiswi di ibukota negara tercinta, namun, jalurku tak mengarah kesana, walau impian untuk menuntut ilmu di ibukota tergapai, Alhamdulillah. 

Setidaknya Allah beri aku kesempatan untuk merasakan menjadi pelajar ibukota, lebih dari itu, syukurku bisa dipertemukan kembali dengan beliau2 yang lama ku tak berjumpa dengannya. 5 bulan yang menurutku terasa cepat, dan tak inginku segera melepas ibukota, walau dengan segelintir kisahnya, manis hingga pahit kurasa. Semoga, semoga, dan semoga Allah izinkan aku kembali kesini dan menjadi bagian dari puluhan orang yang berhasil menjadi mahasiswi kampus biru jakarta, kampus yang berpusat di riyadh. semoga, dan lagi semoga, jika tak dapat  ku gapai, izinkan aku menyelesaikan studiku di luar negeri, sudan misalnya, suriah, maroko, riyadh, maupun madinah, (walau beberapa sangat sulit bagiku sekarang 😂). satu, jika ada kemauan dan berusaha, Allah tak akan membiarkan bukan? jika pintaku diganti, InsyaAllah itu yang terbaik, 💕
Dariku, untukku. berlanjut yang kedua untuk kalian dan mereka, salamku, Mutiarasyurgaa_
#lipia
#jakarta
#InstituteTafaqquh
#2019
#Allahalwayswithyou

Jumat, 01 November 2019

Sepatah tanpa terpatah 💕

Entah, cuma ingin menyapa dengan sepatah kata, yang entah juga apa, :). Hai, bagaimana kabar dirimu? semoga hidayah dan taufiqNya senantiasa membersamaimu, juga untukku. 
Hai, bagaimana hidupmu? semoga apa yang kau lakukan dan kau kerjakan tak semata kepada manusia, namun tertuju pada Ia yang senantiasa datang menolongmu, tanpa sadar.
Hai, bagaimana rencana dan cita2 besarmu itu? kuharap, yang dipilihkanNya lebih bermanfaat dan bisa kau terima dengan ikhlas, jika sesuai dengan pintamu maka jangan lupa untuk tetap istiqomah menaatiNya, :)

Wahai diri, yang entah dilanda bingung seperti apa, semoga Allah segera beri jawaban atas doa2 yang kau langitkan. Satu pesan dariku, sertakan Ia disetiap langkahmu, agar semua usaha, semua agenda, semua rencana yang telah datang menghampirimu tak sia2, maka doaku untukmu, semoga kita sama2 diberikan rasa untuk senantiasa merasa cukup, diberi rasa tuk selalu bersabar, diberi rasa damai dengan cinta dan ridhoNya. 
Allah, mudahkan perkara2 kami, perkara2 umat ini, jagalah guru2 kami, serta ulama2 kami. jaga mereka selalu ya Rabb, aku memohon kepadamu, untuk kemudahan urusan mereka, urusan orangtua kami, urusan umat ini, serta urusan kami baik didunia yang fana ini hingga akhirat yang kekal abadi nanti.

Rabu, 09 Oktober 2019

Secoret kata ❤


Ada rindu yang mengharap temu, ada janji yang menagih kembali, ada kasih yang menagih kisah.Siapa? Aku dengan kalian, denganmu, juga mereka. 

Tunai sudah aku bertemu, walau tak sampai berjanji untuk bersama, namun kasih selalu meminta kisah. syukron, telah hadir, mengisi warna emas dalam hidupku, :) menggores biru cerah ditengah derasnya hujan, menghapus kelabu selepas badai. Hadirmu, hadir kalian, hadir mereka, sungguh berarti untuk hidupku, semoga tak hanya di dunia, namun hingga ke JannahNya.

Tak bersanding di dunia, tak bertemu didunia, tak bersama di dunia, tapi semoga Allah kumpulkan aku dengan kalian disyurgaNya.Syukron Ya Rabbi, mengirimkan mereka kepadaku, menuntunku kepada mereka. Lelah tak berarti letih, jika janji Kau yang pegang. Kecewa ta berarti putus asa, selama usaha menghadap padaMu. 

pergilah, mengembara ilmu. lantas pulang menjadi ulama besar, setidaknya lahir darimu ulama2 besar islam, yang memang pantas menyandang gelar itu, ulama.

Jakarta Selatan, 9 oktober 2019
الٶلٶ حور جنة

Kamis, 13 Juni 2019

Ganti Lapak (ceritannya)

Bismillahirrahmanirrahim...

Hehe, kenapa titlenya ganti lapak? Sebenernya ya gak ganti juga, masih setia sama lapak ini sih, cuma kayanya bakal di renovasi di lapak sebelah, di perbaiki susunan bahasanya, di ubah gaya penyampaiannya. Yang jelas semoga tetep ada manfaatnya di lapak manapun, jadi kalo ada kesama cerita or bahasan n bahasa, ya, gegara authornya sama sih.

Selamat pindah lapak, ya walau ini sekedar ketik-ketik buat ngisi kegiatan, buat menyalurkan yang ada di otak,, haha.. dari pada nanti pusyang mikirin, mending di keluarin lewat tulisan kan ya???

See You di Lapak sebelah di mutiarasyurga.wordpress.com tepatnya,

@mutiarasyurgaa_
@amalia_akn
#pmargaritiffera

Jum'at mubarok, 10 Syawal 1440 H

Senin, 10 Juni 2019

what must i do? ❤


Assalamualaikum... 
some one told me, about her problem. actually i can´ t give really solution. just want share something. i hope you can take the benefit for this.

*-*-*-*
Merasa sepi dilingkungan yang ramai. Tidak sepi sebenarnya, hanya merasa tak mempunyai teman yang semisi, tak sevisi. Sulit? memang sulit harus berdiri tegak diantara orang-orang yang melemahkan, bukan, bukan melemahkan sejujurnya, namun karena ulah mereka suasana sekitarmu menjadi tak kondusif, semua yang telah kau susun seringkali menjadi hancur dan terombak karenanya. 

Bersyukurlah kawan, karena dengan mereka kita dapat menjadi pribadi yang jauh lebih disiplin, dapat berpikir tak hanya dengan manfaat jangka pendek saja, namun untuk kemungkinan lain yang mungkin akan terjadi. 

Di luar sana bukan hanya masyarakatnya yang akan menjadi rintangan kita, namun lingkungan alam, dan kejadian yang datang tanpa kita duga yang akan memperlambat susunan rencana kita, bukan memperlambat. namun Ia memilihkan jalan yang pantas untukmu. Syukurilah itu agar menjadi suatu keberkahan bagi hidup ini. Dengan kondisi ini apakah kau akan menyalahkan orang lain? padahal terlihat beberapa orang berhasil melaluinya. mereka mempunyai banyak alternatif kawan.

#pmargaritiffera
@mutiarasyurgaa_
الحَمْدُ ِلله