Minggu, 08 Desember 2019

Antara belajar dan ujian, :) 💖

Agak nyesek, tepat ke arah hati...⁣
Bukan perihal cinta, atau apa, ini lebih penting lagi...⁣

Waktu ustadzah lagi menjelaskan materi, yang waktu itu emang sedikit ngebut gk kaya biasanya, mungkin karena bentar lagi ujian akhir, dan materi belum terkejar. Eh, gk ma bahas cepat lambat mengajarnya beliau, soalnya menurut diri pribadi udah pas banget, walau kadang emang cepet, sampe cuma terbengong2 ngeliatnya, wkwk...⁣

Ada seorg teman yg tetiba nanya, ` Ustadzah, ini gk dimasukin ke imtihan kan?´ berkali2, yahh.. ku akui aja sebenernya jg yg nanya begitu gk cuma seorg, pasti banyak, cuma tertahan di tenggorokan, 😅⁣
sampe endingnya ustdzah dengan tawanya menjawab, `kalian belajar gak cuma buat ujiankan? jangan2 belajar cuma kalo ujian aja´. ~bak tersetrum, nyesek nih, ada iyanya, apalagi kalo bener2 futur bgt, padahal sadar.. belajar gk sekadar menoreh nilai.⁣

Auto2, kami muridnya langsung istighfar jamaah dong, nyesel, sampe ustdzh bilang begitu...⁣
___________⁣
perihal nilai, sebenernya itu gk penting2 amat sih, walau kadang beberapa emang terbiasa memandang kecerdasan org dr nilai ujiannya, nilai praktiknya, yg mana itu jelas di ujikan dan tertera pada lembaran kertas, hei... apa nilai sempurna di ijazah itu sesuai dg perilaku kita, apa perilaku kita pantas mendapat nilai yg besar seperti nilai2 yg ada pada ijazah kita, yaa... ujian, belajar, nilai, memang satu paket.. namun, Belajar itu wajib, dan hanya kita niatkan untuk menjalankan kewajiban, setidaknya dgn belajar umat ini menjadi cerdas, dan dapat mendekatkan diri pada Ia yg memberi kecerdasan ini, bukan sekadar untuk hasil nilai di ijazah nanti, :)⁣

sudah lah, lelah...⁣
banyak yg akan kutulis, namun waktu belum mengizinkan, see you on my minded soon. hehe... salah yes inggrisnya, 😅

jakarta, 8 Desember 2019

#pmargaritiffera #Ilmu #Nilai #kisah #Bimbel #Sesal
@amalia_akn
@permatasyurgaa_

Selasa, 19 November 2019

Jakarta yang (akan) kurindu💕💕💕


Jakarta, pusat segala aktivitas di Indonesia, negara yang InsyaAllah akan aku cintai :). Kota yang aku impikan untuk menuntut ilmu disini, menjadi salah satu mahasiswi di ibukota negara tercinta, namun, jalurku tak mengarah kesana, walau impian untuk menuntut ilmu di ibukota tergapai, Alhamdulillah. 

Setidaknya Allah beri aku kesempatan untuk merasakan menjadi pelajar ibukota, lebih dari itu, syukurku bisa dipertemukan kembali dengan beliau2 yang lama ku tak berjumpa dengannya. 5 bulan yang menurutku terasa cepat, dan tak inginku segera melepas ibukota, walau dengan segelintir kisahnya, manis hingga pahit kurasa. Semoga, semoga, dan semoga Allah izinkan aku kembali kesini dan menjadi bagian dari puluhan orang yang berhasil menjadi mahasiswi kampus biru jakarta, kampus yang berpusat di riyadh. semoga, dan lagi semoga, jika tak dapat  ku gapai, izinkan aku menyelesaikan studiku di luar negeri, sudan misalnya, suriah, maroko, riyadh, maupun madinah, (walau beberapa sangat sulit bagiku sekarang 😂). satu, jika ada kemauan dan berusaha, Allah tak akan membiarkan bukan? jika pintaku diganti, InsyaAllah itu yang terbaik, 💕
Dariku, untukku. berlanjut yang kedua untuk kalian dan mereka, salamku, Mutiarasyurgaa_
#lipia
#jakarta
#InstituteTafaqquh
#2019
#Allahalwayswithyou

Jumat, 01 November 2019

Sepatah tanpa terpatah 💕

Entah, cuma ingin menyapa dengan sepatah kata, yang entah juga apa, :). Hai, bagaimana kabar dirimu? semoga hidayah dan taufiqNya senantiasa membersamaimu, juga untukku. 
Hai, bagaimana hidupmu? semoga apa yang kau lakukan dan kau kerjakan tak semata kepada manusia, namun tertuju pada Ia yang senantiasa datang menolongmu, tanpa sadar.
Hai, bagaimana rencana dan cita2 besarmu itu? kuharap, yang dipilihkanNya lebih bermanfaat dan bisa kau terima dengan ikhlas, jika sesuai dengan pintamu maka jangan lupa untuk tetap istiqomah menaatiNya, :)

Wahai diri, yang entah dilanda bingung seperti apa, semoga Allah segera beri jawaban atas doa2 yang kau langitkan. Satu pesan dariku, sertakan Ia disetiap langkahmu, agar semua usaha, semua agenda, semua rencana yang telah datang menghampirimu tak sia2, maka doaku untukmu, semoga kita sama2 diberikan rasa untuk senantiasa merasa cukup, diberi rasa tuk selalu bersabar, diberi rasa damai dengan cinta dan ridhoNya. 
Allah, mudahkan perkara2 kami, perkara2 umat ini, jagalah guru2 kami, serta ulama2 kami. jaga mereka selalu ya Rabb, aku memohon kepadamu, untuk kemudahan urusan mereka, urusan orangtua kami, urusan umat ini, serta urusan kami baik didunia yang fana ini hingga akhirat yang kekal abadi nanti.

Rabu, 09 Oktober 2019

Secoret kata ❤


Ada rindu yang mengharap temu, ada janji yang menagih kembali, ada kasih yang menagih kisah.Siapa? Aku dengan kalian, denganmu, juga mereka. 

Tunai sudah aku bertemu, walau tak sampai berjanji untuk bersama, namun kasih selalu meminta kisah. syukron, telah hadir, mengisi warna emas dalam hidupku, :) menggores biru cerah ditengah derasnya hujan, menghapus kelabu selepas badai. Hadirmu, hadir kalian, hadir mereka, sungguh berarti untuk hidupku, semoga tak hanya di dunia, namun hingga ke JannahNya.

Tak bersanding di dunia, tak bertemu didunia, tak bersama di dunia, tapi semoga Allah kumpulkan aku dengan kalian disyurgaNya.Syukron Ya Rabbi, mengirimkan mereka kepadaku, menuntunku kepada mereka. Lelah tak berarti letih, jika janji Kau yang pegang. Kecewa ta berarti putus asa, selama usaha menghadap padaMu. 

pergilah, mengembara ilmu. lantas pulang menjadi ulama besar, setidaknya lahir darimu ulama2 besar islam, yang memang pantas menyandang gelar itu, ulama.

Jakarta Selatan, 9 oktober 2019
الٶلٶ حور جنة

Kamis, 13 Juni 2019

Ganti Lapak (ceritannya)

Bismillahirrahmanirrahim...

Hehe, kenapa titlenya ganti lapak? Sebenernya ya gak ganti juga, masih setia sama lapak ini sih, cuma kayanya bakal di renovasi di lapak sebelah, di perbaiki susunan bahasanya, di ubah gaya penyampaiannya. Yang jelas semoga tetep ada manfaatnya di lapak manapun, jadi kalo ada kesama cerita or bahasan n bahasa, ya, gegara authornya sama sih.

Selamat pindah lapak, ya walau ini sekedar ketik-ketik buat ngisi kegiatan, buat menyalurkan yang ada di otak,, haha.. dari pada nanti pusyang mikirin, mending di keluarin lewat tulisan kan ya???

See You di Lapak sebelah di mutiarasyurga.wordpress.com tepatnya,

@mutiarasyurgaa_
@amalia_akn
#pmargaritiffera

Jum'at mubarok, 10 Syawal 1440 H

Senin, 10 Juni 2019

what must i do? ❤


Assalamualaikum... 
some one told me, about her problem. actually i can´ t give really solution. just want share something. i hope you can take the benefit for this.

*-*-*-*
Merasa sepi dilingkungan yang ramai. Tidak sepi sebenarnya, hanya merasa tak mempunyai teman yang semisi, tak sevisi. Sulit? memang sulit harus berdiri tegak diantara orang-orang yang melemahkan, bukan, bukan melemahkan sejujurnya, namun karena ulah mereka suasana sekitarmu menjadi tak kondusif, semua yang telah kau susun seringkali menjadi hancur dan terombak karenanya. 

Bersyukurlah kawan, karena dengan mereka kita dapat menjadi pribadi yang jauh lebih disiplin, dapat berpikir tak hanya dengan manfaat jangka pendek saja, namun untuk kemungkinan lain yang mungkin akan terjadi. 

Di luar sana bukan hanya masyarakatnya yang akan menjadi rintangan kita, namun lingkungan alam, dan kejadian yang datang tanpa kita duga yang akan memperlambat susunan rencana kita, bukan memperlambat. namun Ia memilihkan jalan yang pantas untukmu. Syukurilah itu agar menjadi suatu keberkahan bagi hidup ini. Dengan kondisi ini apakah kau akan menyalahkan orang lain? padahal terlihat beberapa orang berhasil melaluinya. mereka mempunyai banyak alternatif kawan.

#pmargaritiffera
@mutiarasyurgaa_
الحَمْدُ ِلله

Senin, 15 April 2019

Untukmu kawan seperjuangan ❤


Apa kabar saudara seiman??? 
kawan seperjuangan dalam menegakkan syariat islam.

kau pernah berfikir ingin menghindar dari sesuatu?
ujian yang sedang menimpamu misalnya?

jangan pernah menghindar kawan, 
untuk apapun, 
cobalah selesaikan dengan penuh tanggung jawab...

kita sebagai manusia hanya bisa menyusun rencana, berusaha untuk dapat meraih yang kita impikan, bekerja keras untk mendapat hasil yang ditargetkan...
namun ingat kawan,
diatas sana ada Ia yang jauh lebih berkuasa atas apa yang telah kita rancang...


cobalah selesaikan masalahmu, 
mencoba entah bagaimana hasilnya nanti, mencoba menunjukkan keseriusanmu ,
mencoba setidaknya telah memperlihatkan kesungguhanmu...

hasilnya...
serahkan padaNya yang kuasa atas segala sesuatu...

berlapanglah jika hasilnya belum sesuai keinginanmu...
yang Ia beri jauh lebih baik untuk kita,
jangan sekedar memandang yang kita pandang sebagai sesuatu yang terbaik...

Ingat...
Ia jauh lebih mengetahui apa yang kita butuhkan, mengetahui apa yang jauh lebih baik untuk kita...

bersyukurlah,
jangan pernah menyerah,
amal seorang hamba dilihat dari usahanya, 

tawakal itu kawan,
bukan sekedar pasrah tanpa kerja keras, namun memasrahkan hasil setelah mengikhtiyarkan proses, memasrahkan setelah mengusahakan apa yang kita perjuangkan....

Untukmu kawan seperjuanganku...

tak ada yang sia-sia dari usaha yang telah kau beri...
tak ada kecewa di dalam hati,,
selama yang kita lakukan disertai niat kepada Illahi...

`  syukurilah atas apa yang telah Ia hadirkan untukmu, berlapanglah jika yang Ia beri belum sesuai keinginanmu. Hidup ini kawan, penuh dengan cobaan dan ujiaan. namun jangan pernah kau menghindarinya, selesaikan yang telah Ia hadapan kepadamu dengan penuh tanggung jawab. jika kau merasa dikecewakan, berlapanglah dengan penuh kesabaran... jika kau merasa sia-sia, ingatlah tujuan hidupmu hanya untuk mendapatkan akhir yang baik, dan mendapat kebaikan disisiNya. Tak ada yang sia-sia, selama kau ridho atas ketetapan yang Ia tetapkan untukmu. ada banyak kebaikan yang tak kau ketahui, Ia berikan hadiah terbaik untuk mereka yang meridhoi kehendakNya.... jangan menyerah kawan, hanya karena satu hal. belajarlah mengambil hikmah kehidupan dari hal-hal yang menimpamu. kau mampu selama kau mau. Aku percaya, Ia tak akan menyia-nyiakan hamba yang telah memohon kepadaNya.´  

dariku untukmu :
الٶلٶ حور الجنة
#pmargaritiffera
@amalia_akn
الحَمْدُ ِلله

Sabtu, 13 April 2019

(MENCOBA) Scholarship Program ❤

بسم الله  الرحمن الرحیم

Hanya mencoba mendaftar ke sebuah beasiswa, entah akan di terima atau tidak (semoga keterima sih 😅) -aamiin.

Karena tak ada salahnya mencoba, siapa tahu saja rezeki kita memang ada di sana,, namun jangan sampai kau sangat mengharapkannya,, karena jikalau belum beroleh kau dapat sedih di buatnya.

  Bolelah berharap, berharap padaNya dengan meminta kepadaNya.. Berdoalah, hingga doa mu dapat mengetuk pintu langit, berdoalah hingga pintu itu terbuka untuk mu, berdoalah hingga Pemilik pintu mempersilahkan hajat mu masuk, lantas dilayaninya ia. Berdoalah karena ia tak akan bosan mendengar doa mu. Berdoalah, namun jangan mendikteNya.

   Walau belum pasti mendapatkannya, aku berpesan pada diri ku, dan untuk saudara seimanku sekalian. 'Jangan lupa, niatmu untuk mendapatkan beasiswa itu untuk menambah rasa cinta kepadaNya, menambahkan keimanan di dalam hati, menambah rasa bangga akan seorang muslim, dan tentu saja menambah wawasan yang luas.'

Beasiswa itu, hanya aku dapat selintas, lantas harus berlintas-lintas mencari dan mengumpulkan informasi.

   Untuk kalian yang telah maupun pernah mendapatkannya, bersyukurlah, karena banyak sekali orang yang menginginkannya namun belum dapat mendapatkannya. Gunakan kesempatan itu sebagai mana mestinya, sebaik-baik menggunakannya, torehkan prestasi kalian di sana, agar bangsa ini mempunyai nama baik disana. Baarakallah fiikum.

   Allah yang menghendaki segala sesuatu itu terjadi, maka mintalah semua itu padaNya. Bukan sekedar meminta beasiswa.. 😅 namun, semua yang kau inginkan. Ingat kawan, Allah dekat melebihi urat leher kita, janjiNya tak pernah ingkar, Allah selalu membersamai kita. Yakinlah, percayalah, maka InsyaAllah, Ia akan mengabulkan hajat-hajat kita.-aamiin

#Pmargaritiffera
@amalia_akn

(Hi)Story part 1 (insyaallah) 😅❤

Hanya berbagi kisah,

Kalian pernah mengalami titik dimana kalian merasa sangat bersalah terhadap diri kalian, bersalah kepada orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, bersalah kepada mereka yang telah menyemangati mu...? entah kalian pernah merasakan atau tidak.

   Ini kisah tentang mengikhlaskan, berusaha tanpa kenal lelah, kisah tentang kebersamaan, dan kisah untuk tak menyerah kepada keadaan. Ini cerita dan sekelumit sejarah hidup seseorang untuk terus berbaik sangka pada Sang Khaliq.

   Kelas 11 sudah pasti masa-masa sibuk dengan organisasi, masa penuh agenda, masa penuh kebersamaan. Dari kelas 10 yang masih menjadi segelintir anak baru di tengah-tengah orang hebat yang telah mempunyai pengalaman menakjubkan. Kelas 10 yang belum mengenal siapapun, karena memang ia hanya sendiri, menarik kawan, menghindar diri dari mencari lawan. sebelum masa kelas 12 yang penuh kesibukan untuk meraih cita, bukan sekadar cita sebagai lulusan yang baik, namun mendapat perguruan tinggi yang di impikan bahkan hingga memeroleh beasiswa di luar negeri. Di kelas 11  ini, sudah banyak kawan yang ia fahami, sudah dapat menyesuaikan diri... namun memang kegiatan di tahun ini jauh lebih banyak dibanding 2 tahun lainnya.

Tak ada yang salah di tahun ini, bahkan organisasi pun di jalani dengan penuh tanggung jawabnya. Mata pelajaran di kelas pun di ikuti dengan penuh keta'dziman terhadap guru yang mengajar, terlebih jika itu mata pelajaran yang menarik perhatiannya... walau kadang rasa mengantuk itu pati ada.😅
Halaqoh pagi pun ia ikuti dengan penuh semangat, menyiapkan di hari sebelumnya, bahkan mungkin hingga menyiapkan di sekolah untuk setoran kedua di sore hari, karena ia sadar, teman-temannya jauh di atasnya yang menyebabkan ia harus berlari. Namun, semua itu memang telah di atur oleh Nya. Sebesar apapun usaha kita, jika Ia bilang tidak, maka hal itu tak akan pernah terjadi.

Seperti yang di alaminya, hampir-hampir ia tak mengikuti agenda terakhir yang hanya di ikuti kelas 10 dan 11 saja, yaitu agenda susur pantai. Agenda yang selalu di nanti, oleh mereka yang sangat menyukai keindahan alam, mereka yang berusaha mentadabburi ciptaanNya. Semangat saudara seimannya membuat ia berusaha untuk dapat menyelesaikan ujian juz terakhir yang di targetkan di tahun itu, dan Allah mengabulkannya. Syukurnya dalam hati tak lepas hingga kembali, walau disana banyak temannya yang mengeluh dan berkesah karena agenda susur pantai tahun itu tak seperti tahun lalu.

  Oke, ujiannya belum berakhir disana,, ia harus menyelesaikan ujian tahfidznya kepada pengampunya kala itu, 10 juz yang wajib ia selesaikan dalam dua hari. Tak mudah memang, namun malamnya ia habiskan untuk membaca suratan cinta Nya. Waktunya di bagi antara belajar di sekolah, melaksanakan tugas organisasinya, mengerjakan pr, dan mengejar capaian tahfidz untuk ujian nantinya. Waktu mengobrol dengan temannya pun berkurang, bahkan hingga mereka jarang berbincang, hanya sapaan dan senyuman yang ada.

  Tenggang ujian tahfidz kala itu sudah hampir usai, namun ia belum juga lulus ujian 10 juz nya, berkali ia mencoba, gagal yang di alaminya ia sambut dengan senyuman ketika keluar ruang ujian, karena ia tak ingin melihat saudara seimannya bersedih, tangisnya sudah habis di dalam, sembari mendengarkan beberapa patah semangat untuknya dan kawan-kawannya.
"Bagaimana?" Tanya kawannya antusias. Senyuman yang ia berikan, matanya memang tak bisa berbohong, dan mereka menyadari itu. Bahkan ketika banyak tugas yang menumpuk, temannya menawarkan hasil pekerjaannya untuk ia salin, ia hanya berterimakasih, mencoba mengerjakan terlebih dahulu lalu mencocokan dengan milik temannya itu.

Batas akhir ujian tahfidz pun di perpanjang, sebuah kebahagiaan tesendiri untuknya. Dari batas yang awalnya sebelum wisuda kakak tingkat menjadi beberapa hari sebelumpengambilan rapot. Memang agak susah membagi antara belajar untuk UKK saat itu, apalagi ia tak pernah masuk beberapa hari sebelum UKK dikarenakan sedang mengikuti ujian tahfidz.

Untuk sebagian orang mungkin akan menyerah, karena sudah gagal berkali-kali. Namun, ia tak ingin mengecewakan sekelilingnya,, ia tak ingin menyerah selama kesempatan untuk ujian masih ada untuknya. Ada sesosok yang ia lihat ketika sedang mengulang hafalannya di masjid ketika hari ujian, sosok yang sangat ia kenali, yang ia hormati, ia mengamatinya dengan seksama... 'apa yang beliau lakukan di masjid? Bukankah seharusnya beliau istirahat lagi, sebelum nanti harus menyimak kembali?' Ya.. ia melihat ustadzah tahfidznya, sedang apa? Di lihatnya beliau mengusap wajahnya dengan cadar yang beliau gunakan. 'Menangis?' ... hati kecilnya bersedih ' maaf us, muridmu belum bisa membahagiakan mu' antara kacau dan semangat untuk menyelesaikan ujian hari itu, ia kembali pada bacaannya.

Hingga UKK ia belum dapat menyelesaikan ujiannya, terpaksa ujian tahfidznya di tunda hingga selepas UKK. Selama itu ia belajar dengan temannya, menyalin apa yang ia tak ikuti di kelas, bahkan dirinya rindu suasana belajar di kelas.

Esok adalah acara tahunan yang diberikan adek tingkat kepada kakak tingkatnya, lailatul wada' tepatnya. Acara yang telah di rancang oleh angkatannya 6 bulan sebelum acara itu di buat, setiap anak memang mendapat jatah tugas, dan mendapat bagian dekorasi ruang, dan ia hanya dapat memberikan beberapa usulan dekorasi kepada teman setim nya, selebihnya temannya tak ingin fokus murajaahnya terbagi. Esok acara itu berlangsung, dan ia tak menghadirinya. Bukan karena tak ingin, bahkan itu adalah acara yang sangat ia nantikan, untuk dapat bercengkrama dengan kakak-kakak yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi kelak. Namun, ia memilih berdiam di masjid bersama beberapa kawannya, fokus pada bacaanya. Esok setelah acara itu adalah akhirussanah, wisuda kakak tingkatnya.. dan sekali lagi ia tak bisa menghadirinya, bukan karena tak ingin. Namun, gurunya yang menyarankan. Akhirnya ia hanya duduk kembali membaca suratan cintaNya, di kesunyian pondok, di temani angin dan balon bekas acara semalam. Ia ingin hadir, menyaksikan sosok-sosok luar biasa yang menginspirasinya selama di sana di wisuda, dan entah kapan akan berjumpa kembali.

Ketika acara itu selesai, hanya beberapa yang ia jumpai, menyampaikan semangat dan doanya. Senyum yang timbul dan ucapan terima kasih kepada mereka yang ia jumpai. Esok ia kembali berjuang bersama kawan nya.

Tak terasa bulan suci tiba, dan ia belum juga menuntaskan ujiannya, setelah kesempatan di hari setelah wisuda yang lalu ia gagal, esok adalah kesempatan terakhirnya... bertepatan dengan beberapa hari pengambilan rapot dan acara i'tikaf. Malam ramadhan itu mereka berdoa, memohon bahkan tak ada kantuk yang menyerang dari pagi hingga menuju pagi, ia tak tertidur, khusyuk dengan bacaannya dan mendalami artinya... istirahatnya hanya menatap langit ramadhan yang penuh ketenangan, bintang bertabur di langit sana. Matanya menerawang, hatinya berharap 'Allah aku menerima segala keputusan Mu, Kau jauh mengerti apa yang baik untuk hamba Mu, karena apa yang hamba anggap baik belum tentu baik untuk hamba, esok... aku serahkan segalanya Ya Rabb, aku ikhlas untuk semua yang Kau tetapkan.'

   Esok, dikala yang lain tengah asyik membaca suratan cintaNya selepas shubuh, ia dan beberapa anak telah siap untuk ujian. Kali ini spesial, karena orang tua pun diundang untuk menyemangati, dan yang mengecek adalah pemimpin ma'had langsung, walau setelah itu di gantikan dengan dua orang muhafidzah. Tak terasa gilirannya maju, ia bersiap, orang tuanya hadir tepat saat ia memasuki ruangan, namun dirinya belum melihat mereka. Di dalam ruangan, ia berusaha untuk memberikan yang terbaik, entah bagaimana penilainya. Selepas selesai, kedua gurunya tersenyum ' baarakallah ya ukh, sudah memberi yang terbaik, apapun hasilnya serahkan kepada Allah ya.'. Ia hanya membalas dengan senyuman, terpaksa, karena ia tahu... beliau hanya menyembunyikan sesuatu rasa sedih yang di rasakan di depan muridnya. Ia pun menyalami kedua tangan gurunya dan bergegas pergi, di luar orangtuanya menunggunya... ia mehambur ke keduanya, menitikkan air mata.

Tak terasa pengumuman kelulusan ujian sudah tersebar, dan memang tak ada yang lulus di ujian tempo hari. Yang kecewa tak hanya ia, namun kawan terdekatnya juga. 'ukh, anti harusnya masih disini... ma'had ini jahat ke anti!' Kata seseorang kepadanya. 'Gak ukh, ane emang gak kuat... ma'had ini gak jahat, afwan ya... ' jawabnya dengan senyuman. Ada seseorang yang selalu murung wajahnya, tak ingin mengingat bahwa kawannya akan pergi tahun depan, tak membersamainya di tahun terakhir, bahkan ia baru akrab dengannya setahun ini. Ia tersenyum menghampiri 'jangan sedih terus lah ukh, ana sedih juga'  ia katakan itu jauh hari sebelum kawannya mengikuti sebuah agenda tahfidz di luar pondok. ' ukh, anti masih disini kan tahun depan? Nanti ana sama siapa ? ' tanya seseorang, namun bukan kawan setingkatnya, namun adik kelasnya. 'Ana gak bisa janji ukh, antikan udah punya banyak teman, akrab kan udahan?' jawabnya sambil tersenyum.

Ketika di ruang guru untuk mengumpulkan tugas pun ia menangis... Seseorang membisikinya ' ukh, apapun pokoknya anti harus nemenin ustadzah lho ya... jangan pergi'. Bukannya menjawab ia hanya menangis. Teriang pula pesan guru tahfidznya selepas ujian tahfidz yang entah keberapa 'ustadzah minta kalian gak usah pindah, kalaupun pindah jangan menyerah ya, karena rezeki orang berbeda-beda, siapa tahu di sana kalian lebih baik,, yang penting jangan pernah lupa murajaah, dimana pun kalian pergi nanti. Jazakumullah sudah mau berusaha semaksimal mungkin, Allah tahu yang terbaik.'

Esok hari pembagian rapot, namun malam ini angkatannya membuat pesta perpisahan kecil untuk kawan mereka yang telah berjuang untuk tetap bersama, memutar memori dari kelas 10, ucapan maaf dan terimakasih, serta makan dan minum yang sangat sederhana, yang mengharukan ialah acara salam-salaman terakhir di tahun itu, penuh tangisan, namun ia menyembunyikanya,,, tak bisa ia melihat mereka menangis. ' Ukh anti kenapa gak nangis sih?'.  ' Karena nanti kalo ana nangis, anti tambah nangis lagi.. 😢' jawabnya di dalam pelukan. Seseorang memegang tangannya dengan erat, air matanya meleleh hingga jatuh ke tangan. 'Ukh afwan ya, tahun depan gak bisa bareng lagi, tahun epan gak bisa murajaah bareng lagi... anti tetep semangat lho ya.. ' tangisnya bertambah. ' Anti itu lho ukh, harusnya anti gak pindah, anti bisa di sini..' kata temannya sambil sesegukkan...

Malam itu malam terakhir ia berada di ma'had yang penuh kasih sayang itu, ma'had yang penuh kerinduan. Hatinya belajar mengikhlaskan, dirinya belajar mengintrospeksi diri, jiwanya sibuk menenangkan hati.

Ini sepenggal kisahnya ketika meninggalkan kawan seperjuangannya.
ketika ia mulai bisa menerima, perpisahan menghalangi mereka bersama. Ketika harapan tertuju pada Nya, tak ada rasa sia-sia dari dalam dirinya.
Ketika ia mulai belajar berkorban dan berjuang, iah arus mengikhlaskan apa yang ia perjuangkan untuk ia korbankan.
Ia belajar untuk mengikhlaskan apa yang telah di tuliskanNya.

Selamat mengambil hikmah dari sepenggal kisah tersisa. Salam ku untuk mereka yang ia rindu. 😅

#Pmargaritiffera
@amalia_akn

Jumat, 12 April 2019

Untuk mu yang merasa sia-sia ❤


Dalam hidup selalu ada ujian, tak selalu terlihat bencana memang. Tak melulu merasa di rugikan olehnya. Ujian hidup yang senantiasa meningkatkan keimanan seseorang, tentunya bagi mereka yang selalu mengambil hikmah dari segala yang telah Ia
 hadirkan kepada diri.

Sebuah jabatanpun adalah ujian, bagaimana ia ketika menang, bagaimana ketika ia kalah. Menerimanya  dengan lapang, atau malah menghukumi  diri dengan kekalahan, bahkan hingga merugikan sekitar.
Berbanggakah dengan kemenangan, atau merasa lebih rendah mengingat ada penguasa di atas penguasa, Raja di atas para raja. Sehingga tetap menghargai mereka yang ada di bawahnya.

Ujian ini kawan, hanya ada 2 muara nantinya. Menambah keimanan kah? Jika ujian mu meningkatkan keimanan mu, maka ialah ujian keimanan yang berhasil kau lalui. 
Atau dengan ujian itu kau merasa tersiksa? Ialah bencana hati, mengingatkan masih rendah keimanan yang kita miliki, tingkatkan, agar bencana itu membawa diri lebih tinggi derajatnya di hadapan Nya. 

Kita di uji sebagai mana keimanan yang kita miliki. seorang yang mulia jauh lebih banyak ujiannya di banding dengan orang biasa, itu karena Allah menyayanginya. Ia ingin agar hambaNya selalu meminta pada Nya, agar hamba tersebut bertambah keimanannya terhadap Nya. Maka syukurilah jika Allah menghadirkan ujian kepada kita, lalui dengan hati ikhlas dan lapang, niat kan semua itu kepada Nya, hadapilah dengan senyuman, tawakallah kepada Nya, dengan begitu jiwa mu akan tenang, tanpa ada kecemasan, hati mu akan lapang, tak akan merasa di sia-siakan.

Untuk mu saudara ku, jangan kau pernah menyerah dan berfikir untuk lari dari ujian yang Allah hadirkan untuk mu, apa lagi sampai membuat mu berputus asa dari rahmatNya. Hadapilah, karena Allah tak pernah memberi ujian yang melebihi batas kemampuan diri. Jika kau sudah berusaha memberikan hasil terbaik untuk ujian itu, dengan 'ما ا ستطعتم' pastinya, namun hasilnya tak sesuai dengan harapan kita, ingatlah... Ia jauh lebih tahu, apa yang kita butuhkan, apa yang jauh lebih baik dari yang kita inginkan. Lihatlah dengan kacamata keridhoan atas apa yang telah Ia tetapkan, lalu syukurilah, maka keberkahan Nya akan kau rasakan untuk kehidupan mu... 😉😊
                                                   

#PMargaritiffera
@amalia_akn