﷽
hadirkan kepada diri.
Sebuah jabatanpun adalah ujian, bagaimana ia ketika menang, bagaimana ketika ia kalah. Menerimanya dengan lapang, atau malah menghukumi diri dengan kekalahan, bahkan hingga merugikan sekitar.
Berbanggakah dengan kemenangan, atau merasa lebih rendah mengingat ada penguasa di atas penguasa, Raja di atas para raja. Sehingga tetap menghargai mereka yang ada di bawahnya.
Ujian ini kawan, hanya ada 2 muara nantinya. Menambah keimanan kah? Jika ujian mu meningkatkan keimanan mu, maka ialah ujian keimanan yang berhasil kau lalui.
Atau dengan ujian itu kau merasa tersiksa? Ialah bencana hati, mengingatkan masih rendah keimanan yang kita miliki, tingkatkan, agar bencana itu membawa diri lebih tinggi derajatnya di hadapan Nya.
Kita di uji sebagai mana keimanan yang kita miliki. seorang yang mulia jauh lebih banyak ujiannya di banding dengan orang biasa, itu karena Allah menyayanginya. Ia ingin agar hambaNya selalu meminta pada Nya, agar hamba tersebut bertambah keimanannya terhadap Nya. Maka syukurilah jika Allah menghadirkan ujian kepada kita, lalui dengan hati ikhlas dan lapang, niat kan semua itu kepada Nya, hadapilah dengan senyuman, tawakallah kepada Nya, dengan begitu jiwa mu akan tenang, tanpa ada kecemasan, hati mu akan lapang, tak akan merasa di sia-siakan.
Untuk mu saudara ku, jangan kau pernah menyerah dan berfikir untuk lari dari ujian yang Allah hadirkan untuk mu, apa lagi sampai membuat mu berputus asa dari rahmatNya. Hadapilah, karena Allah tak pernah memberi ujian yang melebihi batas kemampuan diri. Jika kau sudah berusaha memberikan hasil terbaik untuk ujian itu, dengan 'ما ا ستطعتم' pastinya, namun hasilnya tak sesuai dengan harapan kita, ingatlah... Ia jauh lebih tahu, apa yang kita butuhkan, apa yang jauh lebih baik dari yang kita inginkan. Lihatlah dengan kacamata keridhoan atas apa yang telah Ia tetapkan, lalu syukurilah, maka keberkahan Nya akan kau rasakan untuk kehidupan mu... 😉😊
#PMargaritiffera
@amalia_akn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar